Pages - Menu

Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Thursday, March 7, 2013

Kisah Nyata 3 Orang Bayi dapat Berbicara


Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun; Telah mengabarkan kepada kami Jarir bin Hazim; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau telah bersabda:

"Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: Bayi Isa bin Maryam, dan bayi dalam perkara Juraij."

Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya;

'Hai Juraij! '
Juraij bertanya dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku? '

Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.
Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah. Kemudian ibunya memanggilnya;

'Hai Juraij! '
Kata Juraij dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku? ' Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.

Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan shalat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil;

'Hai Juraij! '
Kata Juraij dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan shalatku ataukah memenuhi seruan ibuku? ' Namun Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan seruan ibunya.

Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya. Hingga tak lama kemudian ibunya pun berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur! '

Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata;

'Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.'

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun meneruskan sabdanya:
'Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa;

'Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij.'
Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij. Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka;

'Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku? '

Mereka menjawab;

'Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu.'

Juraij berseru;

'Dimanakah bayi itu? '

Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya;

'Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu? '

Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab;

'Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala.'

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata; 'Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.' Namun Juraij menolak dan berkata; 'Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat.' Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.

Bayi Ketiga, Ada seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata;

'Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu! '

Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata;

'Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! '

Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya. Abu Hurairah berkata; 'Sepertinya saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang dihisap dengan mulut beliau.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya:

'Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata;
'Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.' Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata;
Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku.

Kemudian ibu bayi itu berkata;

'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! '

Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata;

'Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya! '

Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya;

'Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ' Tetapi kamu malah berkata; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! '

Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab;

'Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang diktator hingga aku mengucapkan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ' Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! '


Semoga bermanfaat bagi kita semua Amin!

Saturday, February 23, 2013

Kisah Nyata Pengorbanan Seorang Ibu Saat Terjadi Gempa Hebat di Jepang

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Pengorbanan seorang Ibu selama Gempa di Jepang. Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah.

Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.
Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi.

Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!”

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.”

Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!
Subhanallah .. !
Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Monday, February 18, 2013

Kisah Tentang Qarun

Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir’aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.
 
Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu. 
Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”
Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh….”
Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.
Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).”
PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN
Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu’min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir’aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.
“Dan (juga) Qarun, Fir’aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (al-`Ankabut: 39-40)
Penyebutan dalam surah al-Mu’min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya.”Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir’aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.’” (al-Mu’min:23-24)

Thursday, February 7, 2013

Kisah Si Botak, Si Belang dan Si Buta

Abu Hurairah R.A mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga orang dari Bani Israil: Si Botak, Si Belang dan Si Buta. Allah berkehendak menguji mereka. Diutuslah kepada mereka seorang Malaikat dalam rupa manusia. Datanglah Malaikat itu kepada Si Belang dan berkata," apakah yang kau inginkan?" Jawabnya, kulit dan rupa yang bagus serta sembuhnya penyakit yang menyebabkan orang jijik kepadaku." Dia lalu diusapkan oleh Malaikat. Seketika hilang penyakitnya dan berganti rupa serta kulit yang halus. Kemudian ditanya lagi, "Kekayaan apa yang kau inginkan?" Jawabnya, "Unta." Maka diberinya satu ekor unta yang sedang hamil sambil didoakan "Barakallahu laka fiha." (Semoga Allah memberkahi unta ini kepadamu).

Malaikat datang kepada Si Botak dan bertanya" apakah yang kau inginkan? Jawabnya "rambut yang bagus dan sembuh dari penyakit yang menyebakan aku hina dalam pandangan manusia." Maka di usapnya dia.Seketika itu juga tumbuh rambut yang bagus. Kemudian ditanya lagi, "Kini kekayaan apa yang kau  inginkan?" Jawabnya "Lembu." Maka diberinya seekor lembu hamil sambil didoakan "Barakallahu laka fiha." (Semoga Allah memberkahi lembu itu kepadamu).

Malaikat datang kepada Si Buta dan bertanya" apakah yang kau inginkan? Jawabnya "kembalinya daya penglihatanku supaya aku dapat melihat." Maka di usapnya dia.Segera pula terbuka matanya dapat melihat.Selanjutnya ditanya, "Kekayaan apa yang kau  inginkan?" Jawabnya "Kambing." Maka diberinya seekor kambing hamil sambil didoakan.

Setelah beberapa tahun, dan masing-masing mereka sudah mempunyai kawasan tersendiri yang penuh dengan unta, atau lembu, atau kambing. Maka datanglah Malaikat itu kepada Si Belang dalam rupa seorang miskin, laksana keadaan Si Belang dahulu pada waktu belum sembuh dan kaya itu.Malaikat berkata, " Aku seorang miskin yang kehabisan bekal di perjalanan. Tiada yang dapat mengembalikan aku kecuali dengan pertolongan Allah dan bantuanmu. Aku mengharap demi Allah, yang memberi rupa dan kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalananku ini."Jawab Si Belang," Hak-hak orang miskin masih banyak. Aku tidak dapat memberimu apa-apa. Silakan mita saja di lain tempat. "Berkata Malaikat itu, "Aku merasa mengenalmu. Tidakkah kau dahulu belang dan orang-orang merasa jijik kepadamu, juga seorang miskin, lalu Allah memberimu kekayaan? "Jawabnya, " Aku mewarisi kekayaan ini dari orang-orang tuaku sejak dulu." Malaikat itu berkata, " Jika kau berdusta, semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti sedia kala."

Malaikat kemudian pergi kepada Si Botak dengan menyamar seperti keadaan Si Botak dahulu. Dia berkata pula kepada Si Botak  sebagaimana yang dikatakan kepada Si Belang. Namun dia juga mendapatkan jawaban seperti jawaban Si Belang, hingga didoakan, "Jika kau berdusta semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti sedia kala." Dan akhirnya datanglah Malaikat kepada Si Buta dengan menyamar seperti keadaan Si Buta dahulu semasa miskin. Katanya, "Seorang miskin dan orang rantau kehabisan bekal perjalanan, kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian bantuanmu. Aku minta demi Allah yang mengembalikan pandangan matamu  satu kambing saja untuk meneruskan perjalananku ini." Jawab Si Buta, "Dulu aku buta, lalu Allah berikan penglihatanku, maka sekarang ambillah sesukamu. Aku tidak akan memberatkan sesuatupun kepadamu yang kau ambil karena Allah." Maka berkata Malaikat," maka janganlah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu diuji. maka Allah rdha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu" (HR.Bukhari dan Muslim)

Kisah yang di tuturkan secara rinci oleh Hadis di atas merupakan kisah yang sering dialami banyak orang, khususnya orang yang mengaku beriman. Betapa banyak pelajar yang fakir, bisa lulus dan dijadikan kaya oleh Allah SWT, lalu lupa dan membatasi diri. Mereka enggan mengambil pelajaran dari orang lain. begitu pula pegawai dan orang-orang yang memiliki harta kekayaan pangkat dan kekuasaan hendaklah seseorang menjaga diri agar terhindar dari sifat pelit dan sombong. 
 
Kisah tersebut memberikan banyak hikmah yang kepada kita, diantaranya yang terpenting adalah:
  1. Allah menguji dengan kekayaan dan kebaikan sebagaimana Dia menguji dengan kefakiran dan keburukan.
  2. Sikap bersyukur akan melestarikan nikmat yang ada di samping bisa menarik nikmat yang hilang
  3. Anjuran mengambil manfaat terhadap hikmah yang benar dari manapu sumbernya.
Demikianlah semoga kisah ini menjadi pelajaran buat kita semua Wallahu muwafiq ila aqwa mittarq....